Rabu, 23 Oktober 2013
Kamis, 13 Juni 2013
Keindahan Alam Pulau Nias
Pulau Nias, Paradise of World Surf Spot
Pulau Nias berjarak 125 kilometer dari Pantai barat Sumatera,
bagian utara pulau Indonesia yang terbesar. Nias memiliki beberapa tempat
selancar kelas dunia. Pulau Nias juga merupakan titik singgah untuk bepergian
ke pulau-pulau tetangga seperti Mentawai dan kepulauan kecil Hinako.
Luas Pulau Nias tidak jauh beda dengan Pulau Bali. Pulau Nias
adalah pulau kecil dengan panjang 140 km dan lebarnya hanya 50 km. Akan tetapi,
karena terisolasi dan ditambah dengan permukaan daerahnya yang bermedan kasar
membuatnya menjadi sebuah tempat yang unik dan menarik para wisatawan lokal dan
manca negara.
Sebelum Nias terkenal karena gendangnya, pulau ini merupakan
tempat berkumpulnya para antropolog, ketika pemburu kepala dan pengorbanan
manusia memainkan peranan dalam budaya Nias. Sekarang ini, para wisatawan yang
mengunjungi pulau ini lebih menyukai membawa tas papan ganda dan 90 persen dari
semua pengunjung adalah peselancar.
Reputasi pulau ini di kalangan pada surfer diawali dari sebuah
bisikan kecil dari balutan film selancar dan Lagundri Bay. Lagundri Bay
termasuk tempat selancar terbaik Nias dan menjadi pusat surfing. Wajar saja
pulau ini juga dikenal sebagai Nias Surfing. Dewasa ini, di depan sepanjang
pantai banyak dipenuhi dengan warung-warung kecil dan sebuah kafe bergaya
barat.
Lagundi Bay merupakan salah satu spot selancar terbaik di
Indonesia. Tempat ini memiliki ketinggian ombak sampai 15 kaki. Sejauh ini,
hanya ditemukan satu buah resort yang telah beroperasi, meskipun akan ada
rencana untuk membuka resort baru di masa datang. Akan tetapi, ukuran Pulau
Nias kecil itu diupayakan untuk tidak mengalami perkembangan seperti yang
terlihat di Bali.
Waktu terbaik untuk berselancar di Nias adalah Juni hingga
Oktober. Pada bulan tersebut, biasanya disertai dengan gulungan ombak terbesar.
Tetapi, waktu lainnya juga sangat ideal bagi wisatawan yang ingin berselancar
dengan gelombang lebih kecil.
Mengunjungi Pulau Nias
Untuk mengunjungi Pulau Nias, Anda hanya dapat menggunakan
transportasi udara dan laut. Apabila menggunakan transportasi laut dari kota
Medan ke Sibolga, dari pelabuhan Angin (Sibolga) menggunakan feri ke pelabuhan
di Pulau Nias (Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Lahewa dan Tello) kira-kira selama
10 jam. Sibolga terletak tepat di seberang pulau Nias dan Kota Pelabuhan
menjadi penghubung antara Kepulauan Sumatera dan pulau Nias.
Apabila menggunakan transportasi udara, ada penerbangan setiap
hari dari Bandara Polonia di Medan dan mendarat di Bandara Binak-Gido (Gunung
Sitoli, Pulau Nias) sekitar satu jam penerbangan atau penerbangan mingguan dari
bandara Soekarno-Hatta di Jakarta ke Bandara Binaka-Gido. Apabila Anda berasal
dari luar Indonesia, Anda dapat pergi ke Jakarta terlebih dahulu, kemudian ke
Nias atau dari Jakarta ke Medan kemudian ke Nias.
Keberagaman Wisata di Pulau Nias
Pulau Nias termasuk salah satu pulau di Indonesia yang memiliki
beragam tempat wisata di dalamnya. Adapun tempat wisata yang dimaksud mulai
dari wisata budaya, bahari dengan sebutan Nias Surfing, alam, argo, suku serta
wisata lainnya. Pulau dengan ukuran kecil ini jika ditelusuri lebih teliti lagi
masih menyimpan banyak tempat wisata menarik.
Adapun tempat wisata menarik yang berada di Pulau Nias yang
terkenal di dunia sebagai Nias Surfing, diantaranya adalah sebagai berikut.
·
Pantai Hilisataro yang
terletak pada jarak sekitar 11 km dari pusat Kota Telukdalam. Ini termasuk
tempat wisata yang menarik untuk surfing selain di Lagundri Bay. Biasanya para
wisatawan lokal dan manca negara menanti ombak besarnya pada bulan April hingga
Juli untuk melakukan selancar.
·
Pantai Sibaranu yang
letaknya berada di Pulau Sibaranu 30 km dari Kota Telukdalam. Pantainya bersih
dengan warna putih serta lautnya biru muda. Biasanya para peselancar dapat
menginap di Sibaranu Lodge. Kadang mereka juga menginap di rumah warga setempat.
·
Pantai Duru Dua berada
di Desa Duru 2 km dari Hibala. Pulau ini memiliki ombak yang cocok juga untuk surfing.
·
Pantai Ladeha termasuk
pantai di Pulau Nias yang berada di Desa Lolomoyo. Pantai ini merupakan
bentangan pantai hamparan luar dari Bombohau. Para wisatawan dapat melihat
keindahan pantai serta puncak Hilibawodesolo dan juga melakukan kegiatan
memancing.
·
Pantai Moale mempunyai
keindahan alam yang menarik, landai serta memungkinkan untuk melihat sunset.
Pantai ini berada di Desa Hilinamozihono 38 km dari Ibu Kota Nias Selatan.
·
Pantai Sobagi Mboho
termasuk pantaiindah dengan panjang 3 km serta lebar 50 m. Pantai ini terletak
di Desa Soto'o. Desa yang menyimpan sebuah legenda Sobagi Mboho dengan bukit
sejarah 7 buah batu besar sebagai asal usulnya kapal.
·
Tebing Genasi berada di
desa Bawoganowo. Tempat wisata ini memiliki banyak rumah makan bagi para
pengunjung serta penginapan, kolam renang maupun karaoke.
·
Desa Bawomataluo
termasuk sebuah desa yang terkenal dengan Loncat batunya. Ketinggian batunya
1.313 feet dari permukaan laut. Sebelum memasuki desa ini, para pengunjung akan
menemui 86 anak tangga dari batu tersusun rapi. Selain itu, terdapat
lebih dari 136 buah rumah adat tersusun saling berhadapan.
·
Desa lainnya yang
termasuk tempat wisata menarik yaitu Desa Hilinawalo Mazino. Desa
ini berjarak 20 km dari Kota Telukdalam. Salah satu desa yang menjadi pusat
tatanan budaya serta terdapat batu megalit di pintu gerbang masuk desa yang
berada di halaman belakang.
Selain tempat wisata menarik, pulau ini juga memiliki beberapa
budaya daerah sekaligus menjadi bagian kekayaan budaya nasional. Selain itu,
budaya daerah ini mendukung sebutan Nisa Surfing di mata dunia. Budaya daerah
tersebut antara lain.
·
Tari Perang yang gerakan
di dalamnya memiliki penggambaran sikap kepahlawanan dalam bertempur melawan
musuh. Biasanya tarian ini ditampilkan pada acara adat ataupun kunjungan
wisatawan yang ingin menyaksikannya.
·
Selain itu, terdapat
beragam tarian tradisional daerah lainnya yang dapat dilihat di desa pulau ini
misalnya Tari Moyo, Mogaele, Manho, Faluaya dan tarian lainnya.
Pendapat saya tentang Pulau Nias
Pulau Nias adalah pulau yang masih jarang di datangi oleh wisatawan asing maupun domestik, karena pulau Nias tidak sangat populer seperti Bali. Tetapi Pulau Nias sangat terkenal oleh para peselancar/surfing, karena di sana mereka dapat mendapatkan ombak yang sangat bagus. Dan disana banyak beragam wisata yang kita bisa nikmati Di Pulau Nias.
Saran saya tentang Pulau Nias
Semoga pemerintah dan warga sana harus menjaga dan melestarikan keindahan alam Pulau Nias.
Jumat, 29 Maret 2013
Ondel-ondel
Ondel-ondel adalah
bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang
sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat. Nampaknya ondel-ondel memerankan
leluhur atau nenek moyang yang senantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk
suatu desa. Ondel-ondel yang berupa boneka besar
itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari
anyaman bambu yang
disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau
kedok, dengan rambut kepala dibuat dariijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang
perempuan warna putih. Bentuk
pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang ada di beberapa daerah lain.
Ondel-ondel jaman dulu
Sejarah Ondel-ondel
Ondel-ondel konon telah ada sebelum Islam tersebar di Jawa.
Dulu fungsinya sebagai penolak bala atau semacam azimat. Saat itu, ondel-ondel
dijadikan personifikasi leluhur penjaga kampung. Tujuannya untuk mengusir
roh-roh halus yang bergentayangan mengganggu manusia. Oleh karena itu tidak
heran kalau wujud ondel-ondel dahulu, menyeramkan.
Seiring perjalanan waktu, fungsinya bergeser. pada masa Ali
Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977), ondel-ondel menjelma menjadi
seni pertunjukan rakyat yang menghibur. Biasanya disajikan dalam acara hajatan
rakyat Betawi, penyambutan tamu kehormatan, dan penyemarak pesta rakyat. Di
beberapa daerah di Nusantara, terdapat juga pertunjukan kesenian yang mirip
ondel-ondel, seperti di Bali jenis kesenian yang mirip ondel-ondel ini disebut
dengan barong landung dan di Jawa Tengah yang dikenal masyarakat sana dengan
sebutan barongan buncis.
Musik
Pengiring
Musik yang mengiringi ondel-ondel tidak tentu, tergantung dari
masing-masing rombongan. Ada yang diiringi tanjidor, seperti rombongan
ondel-ondel pimpinan Gejen, Kampung Setu. Ada yang diiringi dengan pencak
Betawi seperti rombongan “Beringin Sakti” pimpinan Duloh, sekarang pimpinan
Yasin, dari Rawasari. Adapula yang diirig Bende, “Kemes”, Ningnong dan Rebana
ketimpring, seperti rombongan ondel-ondel pimpinan Lamoh, Kalideres.
Contoh musik pengiring ondel-odel
Jumat, 23 November 2012
Ilmu Sosial Dasar Bidang Psikologi
Pengertian Ilmu Sosial Dasar bidang Psikologi
Psikologi sosial
sebagai ilmu yang merupakan cabang ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya.
Ilmu tersebut menguraikan tentang kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya
dengan situasi-situasi sosial, seperti situasi kelompok,situasi massa dan
sebagainya termasuk di dalamnya interaksi antara orang dan hasil kebudayanya.
Psikologi sosial juga merupakan suatu ilmu pengetahuan baru dalam abad modern.
Ilmu ini mulai di rintis pada tahun 1930 di amerika serikat dan kemudian juga
di Negara-negara lain. Sebagai displin ilmu yang relatif baru dalam
perkembangannya ia banyak menggunakan materi-materi yang sudah tersedia dalam
disiplin ilmu sosial lainnya, seperti dari sosiologi dan antropologi misalnya
konsep-konsep tentang norrna,sruktur social dan peran adalah konsep yang di
ambil dari disiplin ilmu yang sudah lebih dahulu berkembang. Pengkajian
psikologi social dan ruang lingkupnya akan dapat member gambaran tentang apa
pengertian psikologi sosial dan apa saja yang menjadi objek dalam studinya.
Mempelajari modul Psikologi Sosial dan Ruang Lingkupnya merupakan pangkal
otakuntuk mengetahui lebih lanjut tentang prinsip-prinsip maupun proses yang
tingkah laku seseorang sebagai mahluk sosial.
Definisi Psikologi
Sosial Menurut Para Ahli
1.
Hubert Bonner
Psikologi Sosial
adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
2.
A.M . chorus
Psikologi Sosial
adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai anggota suatu
masyarakat
3.
Michener & Delamater : 1999
Psikologi Sosial
adalah studi alami tentang sebab-sebab dari prilaku sosial manusia
4.
Gordon Allport : 1985
Psikologi Sosial
adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana
pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kehadiran orang
lain, baik secara nyata/aktual, dalam bayangan/imajinasi dan dalam kehadiran
yang tidak langsung
(implied)
5.
Davis O Sears
Psikologi Sosial merupakan usaha sistematis untuk memahami prilaku
sosial, yakni :
a) Bagaimana kita mengamati orang
lain dan situasi social
b) Bagaimana orang lain bereaksi
terhadap kita
c) Bagaimana kita dipengaruhi oleh
situasi social
6.
Shaw & Costanzo : 1970
Psikologi Sosial
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi
dari rangsang-rangsang sosial.
7.
Berhm & Kassin
Psikologi Sosial
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari cara individu berpikir, merasa, dan
bertingkah laku dalam setting sosial.
2.2 Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar bidang Psikologi
Ditinjau dari segi
objeknya,psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar,yaitu:
a.
Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
b.
Psikologi yang menyelidiki gdan mempelajari hewan,yang umumnya lebih tegas
disebut psikologi hewan
Kesulitan lain dalam pembentukan teori psikologi social adalah
menentukan ruang lingkup suatu teori seperti berikut ini:
a)
jangkauan penerapan (comprehensiveness), yaitu untuk berapa banyak (macam)
fenomena atau kepribadian teori ini dapat diterapkan.
b)
Keterbatasan ,yaitu sampai dimana perlu diberikan prasyarat pada kondisi dimana
fenomena itu timbul agar suatu teori dapat dinyatakan berlaku.
c)
Keumuman (generality),sampai dimana teori bias diperluas untuk mencakup
situasi-situasi yang tidak tercakup dalam fenomena awal yang dijadikan dasar
untuk penyusunan teori yang bersangkutan.
Sebagaimana ilmu-ilmu yang lain,psikologi sosial bertujuan untuk mengerti suatu
gejala atau fenomena.dengan mengerti suatu fenomena,kita dapat membuat
peramalan-peramalan tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan
bagaimana hal itu akan terjadi. Selanjutnya , dengan pengertian dan kemampuan
peramalan itu,kita dapat mengendalikan fenomenaitu sampai batas-batas tertentu.
Inilah sebetulnya tujuan dari ilmu,termasuk psikologi sosial. (namun,tentu saja
tidak selalu kalau kita bisa mengontrol suatu gejala maka kita sudah mengerti
betul tentang gejala itu. Seorang pengemudi mobil misalnya,dapat mengendalikan
mobilnya tanpa ia mengrti betul tentang mekanisme yang menggerakkan mobil
tersebut).
Psikologi yang dipelajari secara praktis dapat dipraktekan dalam bermacam-macam
bidang ,misalnya dalam bidang pendidikan,dalam bidang indrusti atau perusahaan
dan sebagainya. Psikologi yang berusaha mempelajari jiwa manusia, ternyata
banyak mendapat kesulitan ,oleh karena objek penyelidikannya adlah abstrak
,yang tidak dapat diselidiki secara langsung,tetapi diselidiki keaktifannya
yang terlibat melalui manifestasi tingkah laku atau perbuatan. Dapat dimisalkan
bila kita mempelajari tentang angina,objeknya sendiri secara langsung tidak
dapat dilihat ,namun dari keaktifannya ,bila ada daun yang bergerak atau debu
beterbangan ,maka jelas ada ,seperti itu pulalah bila kita mempelajari jiwa.
Jadi dalam mempelajari psikologi ini,kita akan membatasi diri pada tingkah laku
manusia,karena manusia adalah makhluk tuhan tertinggi derajatnya diantara
makhluk-makhluk yang lain.
Ilmu Sosial Dasar Bidang Pendidikan
Pengertian
Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu
bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan
pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya
mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran
mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga
lebih peka terhadapnya.
Pengertian
Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sejarah Pendidikan
Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal
bagi penduduk Hindia-Belanda (cikal
bakal Indonesia), meskipun terbatas bagi kalangan tertentu yang terbatas.
Sistem yang mereka perkenalkan secara kasar sama saja dengan struktur yang ada
sekarang, dengan tingkatan sebagai berikut:- Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bagi orang Eropa
- Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar bagi pribumi
- Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama
- Algemeene Middelbare School (AMS), sekolah menengah atas
2.4 Fungsi
Pendidikan
Menurut Horton dan Hunt, lembaga
pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut:- Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari
nafkah.
- Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan
pribadi dan bagi kepentingan masyarakat.
- Melestarikan kebudayaan.
- Menanamkan keterampilan yang perlu bagi
partisipasi dalam demokrasi.
- Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui
pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam
mendidik anak kepada sekolah.
- Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah
memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal
ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan
masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
- Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan
sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk
menerima perbedaan prestise, privilese, dan
status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran
mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak
sesuai dengan status orang tuanya.
- Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah
dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih
tergantung secara ekonomi pada orang tuanya.
- Transmisi (pemindahan) kebudayaan.
- Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
- Menjamin integrasi sosial.
- Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
- Sumber inovasi sosial.
Daftar Pusaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan
http://sutanto15.wordpress.com/2011/12/15/ilmu-sosial-dasar-terhadap-psikologi/
http://sutanto15.wordpress.com/2011/12/15/ilmu-sosial-dasar-terhadap-psikologi/
Ilmu Sosial Dasar
Pengertian dan Tujuan Ilmu Sosial
Dasar
lmu Sosial Dasar adalah pengetahuan
yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh
masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep,
teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan
ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi,
antropologi, psykologi sosial.
• Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan
gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai
disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak
mungkin dipadukan.
Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan
disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan
metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian
sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu
bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan
pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya
mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran
mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga
lebih peka terhadapnya.
TUJUAN
Sebagai salah satu dari Mata Kuliah
Dasar Umum, Ilmu Sosial Dasar mempunyai tujuan pembinaan mahasiswa agar :
a. Memahami dan menyadari adanya
kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam
masyarakat.
b. Peka terhadap masalah-masalah
sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya.
c. Menyadari bahwa setiap masalah
sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat
mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner.
d. memahami jalan pikiran para ahli dari
bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka
penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
2.3
Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Materi ISD terdiri dari masalah-masalah social
dengan demikian bahan mata pelajaran ISD dapat dibedakan atas 3 golongan :1. Kenyataan social yang ada dalam masyarakat yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu., karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya.
2. Konsep / pengertian tentang kenyataan social dibatasi pada konsep dasar yang diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dipahami dalam IPS.
3.Masalah-masalah social yang timbul dalam masyarakat biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-keyataan social yang antara 1 dengan yang lainnya saling berkaitan.
Daftar Pusaka
Selasa, 06 November 2012
Penyetaraan Pendidikan di Indonesia
Arti Dari Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Filosofi Pendidikan
Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi
itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari
sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik
dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi
mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti
daripada pendidikan formal. Seperti
kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah
mengganggu pendidikan saya."
Anggota keluarga mempunyai
peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang
disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Rendahnya Kualitas
Pendidikan Di Indonesia
Di
bawah ini akan diuraikan beberapa penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum, yaitu:
1. Efektifitas
Pendidikan Di Indonesia
Pendidikan yang efektif
adalah suatu pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar
dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang
diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer)
dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran
tersebut dapat berguna.
Efektifitas pendidikan
di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penelitian
dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan
pendidikan yang jelas sebelm kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini
menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan
sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas hal
ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran.
Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai jika kita tidak tahu apa tujuan kita.
Selama ini, banyak
pendapat beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas
saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak perduli bagaimana
hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan
pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat.
Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di
Indonesia sangat rendah. Setiap orang mempunyai kelebihan dibidangnya
masing-masing dan diharapkan dapat mengambil pendidikaan sesuai bakat dan
minatnya bukan hanya untuk dianggap hebat oleh orang lain.
Dalam pendidikan di
sekolah menegah misalnya, seseorang yang mempunyai kelebihan dibidang sosial
dan dipaksa mengikuti program studi IPA akan menghasilkan efektifitas
pengajaran yang lebih rendah jika dibandingkan peserta didik yang mengikuti
program studi yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Hal-hal sepeti itulah yang
banyak terjadi di Indonesia. Dan sayangnya masalah gengsi tidak kalah
pentingnya dalam menyebabkan rendahnya efektifitas pendidikan di Indonesia.
2. Efisiensi Pengajaran
Di Indonesia
Efisien adalah bagaimana
menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’.
Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk
memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Hal-hal itu
jugalah yang kurang jika kita lihat pendidikan di Indonesia. Kita kurang
mempertimbangkan prosesnya, hanya bagaimana dapat meraih standar hasil yang
telah disepakati.
Beberapa masalah
efisiensi pengajaran di dindonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang
digunakan dalam proses pendidikan, mutu pegajar dan banyak hal lain yang
menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga
berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.
Masalah mahalnya biaya
pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita. Sebenarnya harga
pendidikan di Indonesia relative lebih randah jika kita bandingkan dengan
Negara lain yang tidak mengambil sitem free cost education. Namun
mengapa kita menganggap pendidikan di Indonesia cukup mahal? Hal itu tidak kami
kemukakan di sini jika penghasilan rakyat Indonesia cukup tinggi dan sepadan
untuk biaya pendidiakan.
Jika kita berbicara
tentang biaya pendidikan, kita tidak hanya berbicara tenang biaya sekolah,
training, kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal lain yang
dipilih, namun kita juga berbicara tentang properti pendukung seperti buku, dan
berbicara tentang biaya transportasi yang ditempuh untuk dapat sampai ke
lembaga pengajaran yang kita pilih. Di sekolah dasar negeri, memang benar jika
sudah diberlakukan pembebasan biaya pengajaran, nemun peserta didik tidak hanya
itu saja, kebutuhan lainnya adalah buku teks pengajaran, alat tulis, seragam
dan lain sebagainya yang ketika kami survey, hal itu diwajibkan oleh pendidik
yang berssngkutan. Yang mengejutkanya lagi, ada pendidik yang mewajibkan les
kepada peserta didiknya, yang tentu dengan bayaran untuk pendidik tersebut.
Selain masalah mahalnya
biaya pendidikan di Indonesia, masalah lainnya adalah waktu pengajaran. Dengan
survey lapangan, dapat kita lihat bahwa pendidikan tatap muka di Indonesia
relative lebih lama jika dibandingkan negara lain. Dalam pendidikan formal di
sekolah menengah misalnya, ada sekolah yang jadwal pengajarnnya perhari dimulai
dari pukul 07.00 dan diakhiri sampai pukul 16.00.. Hal tersebut jelas tidak
efisien, karena ketika kami amati lagi, peserta didik yang mengikuti proses
pendidikan formal yang menghabiskan banyak waktu tersebut, banyak peserta didik
yang mengikuti lembaga pendidikan informal lain seperti les akademis, bahasa,
dan sebagainya. Jelas juga terlihat, bahwa proses pendidikan yang lama tersebut
tidak efektif juga, karena peserta didik akhirnya mengikuti pendidikan informal
untuk melengkapi pendidikan formal yang dinilai kurang.
Selain itu, masalah lain
efisiensi pengajaran yang akan kami bahas adalah mutu pengajar. Kurangnya mutu
pengajar jugalah yang menyebabkan peserta didik kurang mencapai hasil yang diharapkan
dan akhirnya mengambil pendidikan tambahan yang juga membutuhkan uang lebih.
Yang kami lihat,
kurangnya mutu pengajar disebabkan oleh pengajar yang mengajar tidak pada
kompetensinya. Misalnya saja, pengajar A mempunyai dasar pendidikan di bidang bahasa,
namun di mengajarkan keterampilan, yang sebenarnya bukan kompetensinya.
Hal-tersebut benar-benar terjadi jika kita melihat kondisi pendidikan di
lapangan yang sebanarnya. Hal lain adalah pendidik tidak dapat mengomunikasikan
bahan pengajaran dengan baik, sehingga mudah dimengerti dan menbuat tertarik
peserta didik.
Sistem pendidikan yang
baik juga berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pendidikan di
Indonesia. Sangat disayangkan juga sistem pendidikan kita berubah-ubah sehingga
membingungkan pendidik dan peserta didik.
Dalam beberapa tahun
belakangan ini, kita menggunakan sistem pendidikan kurikulum 1994, kurikulum
2004, kurikulum berbasis kompetensi yang pengubah proses pengajaran menjadi
proses pendidikan aktif, hingga kurikulum baru lainnya. Ketika mengganti
kurikulum, kita juga mengganti cara pendidikan pengajar, dan pengajar harus
diberi pelatihan terlebih dahulu yang juga menambah cost biaya
pendidikan. Sehingga amat disayangkan jika terlalu sering mengganti kurikulum
yang dianggap kuaran efektif lalu langsung menggantinya dengan kurikulum yang
dinilai lebih efektif.
Konsep efisiensi akan
tercipta jika keluaran yang diinginkan dapat dihasilkan secara optimal dengan
hanya masukan yang relative tetap, atau jika masukan yang sekecil mungkin dapat
menghasilkan keluaran yang optimal. Konsep efisiensi sendiri terdiri dari
efisiensi teknologis dan efisiensi ekonomis. Efisiensi teknologis diterapkan
dalam pencapaian kuantitas keluaran secara fisik sesuai dengan ukuran hasil
yang sudah ditetapkan. Sementara efisiensi ekonomis tercipta jika ukuran nilai
kepuasan atau harga sudah diterapkan terhadap keluaran.
Konsep efisiensi selalu
dikaitkan dengan efektivitas. Efektivitas merupakan bagian dari konsep
efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan
relative terhadap harganya. Apabila dikaitkan dengan dunia pendidikan, maka
suatu program pendidikan yang efisien cenderung ditandai dengan pola penyebaran
dan pendayagunaansumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien.
Program pendidikan yang efisien adalah program yang mampu menciptakan
keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan
sehingga upaya pencapaian tujuan tidak mengalami hambatan.
3. Standardisasi
Pendidikan Di Indonesia
Jika kita ingin
meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, kita juga berbicara tentang
standardisasi pengajaran yang kita ambil. Tentunya setelah melewati proses
untuk menentukan standar yang akan diambil.
Dunia pendidikan terus
berudah. Kompetensi yang dibutuhka oleh masyarakat terus-menertus berunah
apalagi di dalam dunia terbuka yaitu di dalam dunia modern dalam ere
globalisasi. Kompetendi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam
lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar.
Seperti yang kita lihat
sekarang ini, standar dan kompetensi dalam pendidikan formal maupun informal
terlihat hanya keranjingan terhadap standar dan kompetensi. Kualitas pendidikan
diukur oleh standard an kompetensi di dalam berbagai versi, demikian pula
sehingga dibentuk badan-badan baru untuk melaksanakan standardisasi dan
kompetensi tersebut seperti Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP).
Tinjauan terhadap
standardisasi dan kompetensi untuk meningkatkan mutu pendidikan akhirnya
membawa kami dalam pengunkapan adanya bahaya yang tersembunyi yaitu kemungkinan
adanya pendidikan yang terkekung oleh standar kompetensi saja sehngga
kehilangan makna dan tujuan pendidikan tersebut.
Peserta didik Indonesia
terkadang hanya memikirkan bagaiman agar mencapai standar pendidikan saja, bukan
bagaimana agar pendidikan yang diambil efektif dan dapat digunakan. Tidak
perduli bagaimana cara agar memperoleh hasil atau lebih spesifiknya nilai yang
diperoleh, yang terpentinga adalah memenuhi nilai di atas standar saja.
Hal seperti di atas
sangat disayangkan karena berarti pendidikan seperti kehilangan makna saja
karena terlalu menuntun standar kompetensi. Hal itu jelas salah satu penyebab
rendahnya mutu pendidikan di Indonesia.
Selain itu, akan lebih
baik jika kita mempertanyakan kembali apakah standar pendidikan di Indonesia
sudah sesuai atau belum. Dalam kasus UAN yang hampir selalu menjadi kontrofesi
misalnya. Kami menilai adanya sistem evaluasi seperti UAN sudah cukup baik,
namun yang kami sayangkan adalah evaluasi pendidikan seperti itu yang menentukan
lulus tidaknya peserta didik mengikuti pendidikan, hanya dilaksanakan sekali
saja tanpa melihat proses yang dilalu peserta didik yang telah menenpuh proses
pendidikan selama beberapa tahun. Selain hanya berlanhsug sekali, evaluasi
seperti itu hanya mengevaluasi 3 bidang studi saja tanpa mengevaluasi bidang
studi lain yang telah didikuti oleh peserta didik.
Banyak hal lain juga
yang sebenarnya dapat kami bahas dalam pembahasan sandardisasi pengajaran di
Indonesia. Juga permasalahan yang ada di dalamnya, yang tentu lebih banyak, dan
membutuhkan penelitian yang lebih dalam lagi
Penyebab rendahnya mutu
pendidikan di Indonesia juga tentu tidah hanya sebatas yang kami bahas di atas.
Banyak hal yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan kita. Tentunya hal
seperti itu dapat kita temukan jika kita menggali lebih dalam akar
permasalahannya. Dan semoga jika kita mengetehui akar permasalahannya, kita
dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia sehingga jadi kebih baik lagi.
Daftar Pusaka
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)


